Hentak kuat xhamster sexual urban legends 2003 online

As yang berada di sebelah sesekali merapatkan badanya ke tubuhku bila terasa kesejukan air cond. Dengan buas aku mengulum lidah As yang bergerak lincah di dalam mulutku. dengan tapak tangan kiriku, perlahan kutekan buah dadanya sambil memutar-mutarkan tanganku lembut. Aku menghentikan ciumanku tiba-tiba.....batangku yang semakin keras terasa sedikit sakit menekan seluar. " Kesempatan itu dengan cepat kuraih As dalam pelukan ku kembali dan menciumnya mesra dan lembut. Puting yang semakin keras itu semakin membesar kurasakan... Dengan lembut tanganku merayap ke atas menikmati kehalusan pahanya. Dengan sekali tarik terjatuhlah pantiesnya ke lantai. As mula menggoyang-goyangkan bontotnya ketika jariku semakin rancak membelai liang cipapnya yang sudah semakin banjir.

hentak kuat xhamster-58hentak kuat xhamster-87

Kedua buah dadanya yang besar itu ikut bergetar-getar mengikut gerakan mulutnya memainkan batangku. Sambil tersenyum ..perlahan kukucup mesra keningnya, matanya yang sedikit basah, dan terus menggulum bibirnya yang sedikit terbuka. Dalam posisi seperti itu, pantas aku bangun sambil menatang erat bontotnya yang kental itu.

Aku meraih kedua buah dada itu dan mula meramas-ramas dengan bergairah."Emmmhh.. emmmmmhhhhhhh...." As mula menjerit-jerit sambil terus mengulum batangku. oohhhh huuuu.." rintihnya ketika jariku bermain-main sambil cuba menguak pintu cipapnya. aaah.., jari tengahku ku jolok masuk liang cipap As yang masih sangat sempit itu lalu kuputar-putar jariku dengan perlahan... ouucchhhh...sayang..aahhhrrgghh" rintihnya sambil kembali menggoyang-goyangkan punggungnya.. cukup lama tanganku menggentel-gentel dan memintal-mintal biji kecilnya. As membalas kucupan bibirku sambil lidah kami saling bersilangan. masuk...mula-mula perlahan tapi kemudian makin cepat.. Tanpa mencabut batangku dari cipap As, aku membawanya ke katil.

Tiba-tiba As memegang tanganku dan meramasnya perlahan. "Aaahhhhhh.." As mula merintih kecil ketika bibirku sampai ke bibirnya. Dengan lincah jemariku membuka butang yang pertama... Dengan gerakan gugup As menurunkan dan membuka kedua pahanya memberikan jalan untukku. Dengan pantas aku meramas cipapnya yang empuk di sebalik pantiesnya yang terasa basah. Tiba-tiba As menjerit kecil ketika dirasakannya tanganku dengan cepat menarik pantiesnya ke bawah "Zack..jangan..... Ohhhh.....hhhhuuuuhhh..."rintihnya sambil menggeliat-geliatkan tubuhnya yang seksi itu. Oooohhhh..."Sesaat aku bangun, dan dengan cepat membuka bajuku. Kulihat mata As tertumpu pada bahagian yang menonjol di kelangkangku.

Tiba-tiba aku merasakan satu perasaan aneh mula menjalar dalam tubuhku. Tangannya makin kuat meramas-ramas tanganku dan tangan kirinya mula memaut pinggangku. As menggeliat geli sambil mempereratkan pelukannya. Kini kedua tangannya memeluk erat pinggangku dan sesekali mengerang kecil menikmati permainan mulutku yang terus menelusuri pipinya.. Tiba-tiba dia menutup matanya ketika bibirku menyentuh lembut bibirnya.. Aku menggosok-gosokkan jari hantuku dari hujung atas hingga bawah liang cipap yang sempit itu. Zack...." katanya tergugup-gugup sambil merapatkan pahanya sehingga panties yang berwarna hitam itu tersangkut di lututnya. Buah dadanya yang empuk dan kenyal itu terasa menikam dadaku, berguncang-guncang dan menggesel-gesel lembut. Aku mendekati wajah As yang menanti dengan pandangan sayu..

Dengan sekali tarik sahaja zip itu terbuka dan melondehkannya ke hujung sofa. I tak tahann" Tanganku yang masih meramas bontot As turun pula ke bawah.. Aku kembali memeluk dan mencium bibir As dengan mesra.... dalam keadaan terbaring dan mengangkang itu dia membimbing tangan kananku ke cipapnya. As memelukku dengan lebih erat sambil menggigit bibirnya menahan sakit.. Aku terasa cipapnya mengemut-ngemut dan berdenyut-denyut.. Dengan gerakan cekap, kucapai bantal di kepala katil lantas melapik bontot As. Aku membongkokkan badanku dan mula kembali mencium bibirnya.....mengulum bibirnya yang merah itu, As membalas....

Aku memegang kedua daging bontotnya yang padat itu dan menariknya ke arahku sehingga batangku yang masih berdiri tegak itu menempel erat ke liang cipapnya. dalam sekejap sahaja mulut dan lidahku beraksi dan menjilat buah dada dan puting As. Dengan cepat jariku menyentuh tonjolan kecil sebesar kacang yang sudah membengkak itu.. Kujulurkan lidahku kedalam mulutnya dan As terus mengulumnya hangat... Kedua tanganku membelai dan mengusap tubuhnya dari bahu terus ke bawah ..menyusup ke bawah bontotnya yang padat.

Tiba-tiba As melepaskan kulumannya dan naik ke atas wajahnya mengadap mukaku. As menggeliat-geliat kegelian sambil terus menyodorkan buah dadanya untuk terus kusedut dan kuhisap.... Aku bangun perlahan dan kemudian aku membaringkan As di sofa itu. Seketika kemudian, merasakan dia semakin teransang dan hampir memuncak untuk kali kedua, aku mula memegang batangku dan menghalakan batang yang keras dan kenyal itu ke muka cipapnya. Dalam sensasi mulut yang saling bertautan, aku mula menyodokkan batangku keluar... Ohohohhoho....setiap gerakan menimbulkan sensasi yang tak tergambarkan di batangku.

Dengan buas As memeluk leherku dan bibirnya menjamah bibirku. Sambil duduk dan mencium bibirnya, aku memeluk pinggang gadis itu dan menyelipkan kedua tanganku ke balik mini skirtnya. punggung As bergoyang-goyang kegelian "Emmmhhhhh... Aku membuka kedua paha As dan berlutut di antaranya.. Dengan amat perlahan kepala batangku mula menguak pintu liang cipapnya, sedikit, demi sedikit mendesak masuk... semakin dalam.mula merasakan cipapnya bereaksi dan mula mengemut-ngemut batangku. aa AAHHHHH..." As menjerit keras ketika batangku sudah hampir separuh tenggelam di liang cipapnya. Perlahan ku baringkan tubuh seksi itu ke atas katil.

As memutar punggungnya mengikut goyangan punggungku. Suara rintihan, dengusan nafas, dan kucupan mesra memenuhi ruang bilik itu.. Dengan mata terpejam, mulut menganga, dan wajah kenikmatan As kian memperhebatkan putaran punggungnya. Dan sebelum sempat dia melakukan sesuatu, tanganku sudah memegang bahagian belakang kepalanya dan menariknya ke arah batangku sehingga batangku itu pun menempel di bibirnya yang kecil."Emmmmhhh.. ..mmphh..." As tak dapat meneruskan kata-katanya kerana aku sudah mula menggesek-gesekkan batangku di antara dua bibirnya itu.

Tags: , ,