Mertua perkosa menantu bergiliran

Namun kini, kain tipis yang basah itu tak lagi mampu menyembunyikan kemolekan tubuh Norzalina dari tatapan penuh nafsu sang ayah mertua.

Norzalina sangatlah malu mendapati dirinya nyaris bugil dan tengah dipeluk oleh ayah mertuanya yang sudah telanjang bulat.

Pak Dollah kini dengan bebas menatapi tubuh mulus menantunya dari dekat; dari dua bukit menawan yang menghiasi dada yang kembang kempis ketakutan hingga gundukan vaginanya yang begitu mengundang walaupun dibungkus kain sutra.

Tragedi itu bermula pada hari libur pasangan Ali-Norzalina.

Namun, hari itu Ali mengajar satu kelas tambahan di sekolah dan akan bertandang ke rumah salah satu siswa hingga Ashar.

Norzalina masih berusaha melindungi dirinya dari terkaman mertuanya.

Dia kemudian membalikkan badan ke dinding berusaha menjaga payudara dan kemaluannya dari pandang liar pak Dollah.

Bungkus indah itu justru mencetak lekat lekak liku dan guratan liang kemaluan menantunya yang rupawan.

Bulu kemaluan yang membayang tipis serta mencuat malu-malu di sekeliling selangkangan Norzalina membuat pak Dollah tercekat dan tak mampu berkedip. aku ini istri anakmu..” bisik Norzalina lirih sambil terus terisak.

Sebaliknya, Norzalina mendadak lemas, sendinya serasa luluh di dalam pelukan pak Dollah dan hanya mampu memejamkan matanya serta mulai menangis tertahan. Pak Dollah yang telah lama tidak merasai kehangatan liang kemaluan perempuan sama sekali tak peduli.

Dihentakkannya tubuh Norzalina dengan penuh nafsu hingga tersandar ke dinding kamar mandi.

“Breet” kain tipis bermotif batik coklat itupun jatuh terburai ke kamar mandi.

Tags: , ,