Vidio nenek di entot s e kecapekan Skype xxxcams

Perlahan tangan itu mulai merambah buah dadanya yang besar. Happy-ku juga sudah menggeliat-geliat, aku menuntaskan nafsuku dibelakang kamar mandi dengan mata masih memandang ke dalam. Dalam beberapa menit kemudian Tante Wine memintaku untuk tiduran di lantai kamar mandi. Masih dalam posisi lemas, tubuhnya kutelentangkan di lantai kamar mandi tanpa mencabut mr happy dari vaginanya. Pinggulnya sudah bisa mengikuti alur irama goyanganku.

vidio nenek di entot s e kecapekan-23

Walaupun di ronde-ronde terakhir spermaku sudah tidak keluar lagi, tapi rasa puas karena multi orgasme tetap jadi sensasi.

Selama 2 hari nenek Elsa di Surabaya, aku habiskan segala kemampuan sexualku dengan Tante Wine.

Sejak kejadian itu masih ada sebulan tante Wine tinggal dirumah nenek Elsa. Aku harus melayani nenek Elsa dan juga bermain cinta dengan Tante Wine. Aku nggak merasa capek harus melayani dua wanita STW yang dua-duanya punya nafsu tinggi karena aku juga menikmatinya.

..masih berusaha se-akan-akan tangan Pak Parno di pahaku ini bukan hal yang aneh. Kedua tangan Bripda Handayani diikat ke belakang dengan tali tambang hingga dadanya yang montok dan masih dilapisi seragam Polwan itu mencuat ke depan. Kotaku itu adalah kota yang masih kolot, apalagi di lingkungan tempat aku tinggal.

Hampir bersamaan pintu kamar mandi terbuka dan aku bergegas masuk. Tapi karena handuknya agak kecil maka paha mulusnya jelas terlihat, putih dan sangat menggairahkan. “Aku kan nggak enak kalo mau ngomong langsung, bisa-bisa aku di tampar, hahaha,” balasku. Dan sebelum ke Surabaya dia wanti-wanti jangan menggodaku, dia cemburu tuh,” balas Tante Wine. Kuangkat wajahku, lidahku menjalar menyapu setiap jengkal kulit putih mulus Tante Wine. Sambil membungkuk, tante Wine menopangkan tangan di bak mandi dan dari belakangnya kumasukkan kemaluanku. Dibalik erangannya, akupun melolong seperti megap-megap. Sejurus kemudian kami sudah berpelukan lemas dilantai kamar mandi.

Tante Wine memandangku tajam dan dia kemudian menerkam mulutku. Bibir, leher, tengkuk dan dadaku nggak lepas dari sapuan lidah dan bibirnya. “Sedari awal aku sudah tau kamu mengintip, tapi kubiarkan saja, bahkan kusengaja aja tadi pura-pura orgasme untuk memancingmu, padahal sih aku belum keluar tadi, heheh kamu tertipu ya, tapi Ndy, sekarang masukin yuk, aku bener-bener nggak tahan mau keluar,” kata Tante Wine lagi. Masih dalam posisi jongkok di bibir bak mandi, kuarahkan Mr. Tante Wine mengerang dan merem melek setiap kuenjot dengan batang kemaluanku yang sudah besar dan memerah. Persetan dengan lantai ini, bersih atau nggak, emangnya gue pikirin.

Raut muka yang cantik (nggak berbeda jauh dengan nenek Elsa) dengan postur yang semampai lagipula putih bersih membuat orang tidak mengira kalau Tante Wine adalah wanita desa.

Satu-satunya yang bisa meyakinkan kalau Tante Wine orang desa adalah logat bahasanya yang bener-bener medok.

Kemudian dia berjalan menuju sungai, yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya.

Ia kemudian membuka tas si Hitam dan mengambil sebuah cambuk...

Sehari sebelum berangkat aku sempat melampiaskan nafsuku bersama Elsa di sebuah motel deket rumah, biar aman. Dirumah tinggal aku, Tante Wine dan seorang pembantu. Bebeapa kali aku menggoda Tante Wine dengan cerita-cerita menjuurus porno tapi Tante nggak bergeming.

Tags: , ,